Kumis Kucing

Standard


Kumis Kucing


Kumis Kucing atau Orthosiphon aristatus masuk dalam familiia Laniaceae. Di Indonesia tanaman ini mempunyai nama daerah ; kumis kucing (Melayu); remujung (Jawa Tengah); remukjung, kumis ucing (Sunda); sesalaseyansoengoetkoceng (Madura). Kumis kucing kebanyakan tumbuh liar atau ditanam dipekarangan sebagai tumbuhan obat. Adapun jenis kumis kucing ada 2 yang di kenal: yang berbunga ungu dan berbunga putih.

Di dalam tanaman ini ada andungan senyawa kimia antara lain saponin, polifenol, flavonoid, sapofonin, myoinositol, orthosiphon glikosida, minyak asiri dan garam kalium. Orthosiphon glikosida adalah senyawa khusus yang memiliki daya diuretik (peluruh air seni) dan sedikit antiinflamasi.

Penggunaan secara Tradisional

Sudah lama kumis kucing dikenal sebagai penyembuh penyakit gangguan ginjal, batu ginjal, nyeri sendi dan kencing berdarah. Di Eropa kumis kucing dipakai sejak abad ke-19 sebagai obat kencing. Selain dipercaya membantu pembuangan racun dalam tubuh tanpa gejala dehidrasi, sekaligus mempelancar fungsi ginjal, tanaman ini juga dikenal sebagai obat penyakit batu ginjal, asam urat, batuk, encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, kencing manis, dan sifilis. Kandungan kalium dan glikosida orthosifoninnya berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

0 Post a Comment:

Posting Komentar